Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

San3kalongbm.com Blog Religi, Kitab Pesantren, Kisah dan Tokoh Islam dan Info Update Lainnya

Bab Munada Dalam Kitab Jurumiyah

San3kalongbm.com - Bab Munada Dalam Kitab Jurumiyah - Munada adalah kalimah isim yang dinamakan sesudah atau jatuh setalah huruf nida. Penggunaan Munada dengan mempergunakan huruf-huruf panggilan huruf nida supaya yang dipanggil mengunjungi atau menoleh untuk yang memanggil. Dalam bahasa arab, nida’ artinya ialah seruan.
Bab Munada


.اَلْمُنَادَى خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : المفرد اَلْعَلَمُ, وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ, وَالنَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ, وَالْمُضَافُ, وَالشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ فَأَمَّا اَلْمُفْرَدُ اَلْعَلَمُ وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ فَيُبْنَيَانِ عَلَى اَلضَّمِّ مِنْ غَيْرِ تَنْوِينٍ, نَحْوَ "يَا زَيْدُ" وَ"يَا رَجُلُ" وَالثَّلَاثَةُ اَلْبَاقِيَةُ مَنْصُوبَةٌ لَا غَيْرُ.

Bab Penjelasan Tentang Munada (yang diseru)

Pembagian Munada
Munada ada lima bagian, yaitu :
  1. المفرد اَلْعَلَمُ,                (Dipanggil dengan Nama tunggal)
  2. وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ,        (Dipanggil dengan isim nakirah dengan tujuan)
  3. وَالنَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ,  (Dipanggil dengan nakirah tanpa tujuan)
  4. وَالْمُضَافُ,                   (panggilan dengan menggunakan Mudhaf)
  5. وَالشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ          (pangilan yang menyerupai mudhaf)

Penjelasan Tentang Munada Alam Mufrad

Yang di maksud dengan Munada Mufrad Alam adalah seseorang yang di panggil dengan menyebutkan namanya, seperti contoh : (يا احمدُ ,يازيدُ). Biasanya munada seperti ini, ber-i'rab rafa'(atau berharkat Dhammah serta tidak bertanwin)pada isim Munadanya. Untuk memahami tentang Munada Mufrad Alam, coba kita perhatikan contoh ini : (يا احمدُ ). 

Adapun (يا) adalah Huruf Nida atau huruf untuk memanggil. Sedangkan lafadz (احمدُ) adalah Munada Mufrad Alam, atau seseorang yang dipangil dengan disebut namanya. Dan jangan lupa, perhatikan lafadz munada Mufrad Alamnya yaitu lafadz (احمدُ) ia berharkat dhammah yang tidak bertanwin.

Penjelasan Tentang Munada Nakirah Maqshudah

Sedangkan yang dimaksud dengan Munada Nakirah Maqshudah ialah Munada yang yang di gunakan untuk menganggil seseorang secara umum disertai dengan maksud memanggilnya. Seperti contoh : (وَيَا رَجُلُ) artinya: Wahai Laki-laki . sedangkan I'rab nya adalah Rafa' (atau berharkat dhammah dan tidak bertanwin).

Jika kita perhatikan, ada perbedaan antara Munada Mufrad Alam dengan Munada Nakirah maqshudah, yaitu dari sisi maknanya, jika munada Mufrad Alam bermakna Khusus, sedangkan Munada Nakirah Maqshudah bermakna umum. akan tetapi ada persamaan pada I'rabnya yaitu BerI'rab Rafa' (atau berharkat Dhammah dan tidak bertanwin) silahkan Anda pratekkan-nya

Penjelasan Tentang Munada Nakirah Ghair Maqshudah

Sedangkan yang dimaksud dengan Ghair Maqshudah ialah Munada yang digunakan untuk memanggil seseorang secara umum tanpa disertai maksud memanggilnya. Seperti contoh ucapa orang yang buta : (يارَجلاً خُذ بيِدى) Artinya : Wahai laki laki pegang tanganku. 

Sedangkan I'rab munada Nakirah Ghair Maqsudah adalah Nasab (atau berharkat fathah yang bertanwin). Jika kita perhatikan pada munada ini, ada perbedaan dengan munada Nakirah maqshudah, yaitu pada harkatnya. sedangkan Munada Nakirah Maksudahadalah berharkat Dammah Tanpa tanwin(atau disebut I'rab rafa), sedangkan Munada Nakirah Ghair Maqshudah adalah berharkat Fathah dan bertanwin(atau disebut I'rab Nashab).

Penjelasan Tentang Munada Mudhaf

Sedangkan Yang di maksud dengan Munada Mudhaf adalah Munada yang isimnya terdiri dari Mudhaf dan Mudhaf ilahi , seperti contoh : (ياعبدَاللهِ). Atinya : "wahai Abdullah. Sedangkan I'rabnya adalah Nashab (atau brrharkat Fathah yang tidak bertanwin) pada isim Munadanya. Untuk lebih jelas memahami tentang Munada Mufrad Mudhaf, coba kita perhatikan contoh ini : (ياعبدَاللهِ). Adapun (يا) adalah Huruf Nida atau huruf yang digunakan untuk memanggil. 

Sedangkan lafadz (عبدَاللهِ) adalah Munada Mudhaf, atau Munada yang mengandung Mudhaf dan udhaf ilahi. yaitu lafadz (عبدَ) sebagai Mudhaf, sedangkan lapadz (اللهِ)sebagai Mudhaf ilaihi Dan jangan lupa, perhatikan lafadz munada Mudhaf yaitu pada lafadz (عبدَاللهِ) ia berharkat Fathah yang tidak bertanwin.

Penjelasan Tentang Munada Tasybih Mudhaf

Sedangkan Yang di maksud dengan Tentang Munada Tasybih Mudhaf adalah Munada yang isimnya menyerupai Idhafah , seperti contoh : (ياطالعِاًجَبَلاً) . Atinya : "wahai pendaki gunung. Sedangkan I'rabnya adalah Nashab (atau berharkat Fathah yang bertanwin). Untuk lebih jelas memahami tentang Munada Tasybih Mudhaf, coba kita perhatikan contoh ini : (ياطالعِاًجَبَلاً). Adapun (يا) adalah Huruf Nida atau huruf yang digunakan untuk memanggil. 

Sedangkan lafadz (طالعِاًجَبَلاً) adalah Munada Tasybih Mudhaf, atau Munada yang mengandung penyerupaan Mudhaf. yaitu lafadz (طالعِاًجَبَلاً) sebagai Mudhaf, Dan jangan lupa, perhatikan lafadz munada Tasybih Mudhaf, yaitu pada lafadz (طالعِاًجَبَلاً) ia berharkat Fathah dan bertanwin.

Kesimpulan Munada itu ialah isim(atau nama) yang di panggil dengan menggunakan huruf nida, yang tebagi menjadi 5 (lima ) bagian, yaitu : Munada Mufrad Alam, Munada Nakirah Maqshudah, Munada Nakirah Ghair Maqshudah, Munada Idhafah, Munada Tasybih Idhfah. 

Dan ketiga munada yang lain di nashabkan, tida yang lainnya.


Demikian Bab Munada Dalam Kitab Jurumiyah Semoga kita memahinya. Untuk bab selanjutnya Ma'ul min Ajlih, pada pembahasan Ma'ul min Ajlih ini dapat di ikuti pada Link Berikut.

Terimakasih, Wassalam ,,,,,......San3kalongbm.com

Posting Komentar untuk "Bab Munada Dalam Kitab Jurumiyah "