Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

San3kalongbm.com Blog Religi, Kitab Pesantren, Kisah dan Tokoh Islam dan Info Update Lainnya

Pengertian, Fungsi, Macam, Beserta Hukum dan Contoh dari Laa Nafi لا النافية

 San3kalongbm.com- Pengertian, Fungsi, Macam Beserta Hukum dan Contoh Laa Nafi لا النافية - Jika pada pembahasan yang sudah adalah Bab Istisna', Maka kali ini admin akan melanjutkan pembahasankita sesuai urutan pada kitab Jurumiyah juga beberapa sumber lainnya. Yaitu Bab Laa Nafi atau Laa yang fungsinya meniadakan hasilnya pekerjaan. 
Bab Laa Nafi

اِعْلَمْ أَنَّ لَا تَنْصِبُ النَّكِرَاتِ بِغَيْرِ تَنْوِيْنِ إِذَا بَاشَرَتِ النَّكِرَةَ وَلَمْ تَتَكَرَّرْ لَا، نحو: لَا رَجُلَ فِي الدَّارِ.

Ketahuilah ! Sesungguhnya laa nafi itu bisa menashobkan isim nakirah tanpa tanwin , dengan syarat isim nakirahnya muttasil(sambung/bertemu tanpa ada pemisah) dan lafadz laa tidak beruang ulang. 

Contoh : لاَ رَجُلَ فِي الدَّارِ ( tidak ada seorang laki laki di rumah ).

A. Pengertian Laa An-Nafiyah Liljinsi (لا النافية للجنس) 

La an-nafiyatu lil-jinsi merupakan :

Isim yang mengindikasikan  atas penafiyan jenis yang statusnya menjadi khobar, yang jatuh sesudah  “LA”. Contoh :
لاَ رَجُلَ فِي الدَّارِ
"Tidak ada seorang laki-laki di dalam rumah"

B. Amal/Fungsi ("لا" النافيةِ للجنْسِ )

La an-nafiyatu lil-jinsi memiliki  fungsi laksana  “ إنّ “ Yaitu menashobkan isim serta merofa’kan khobarnya.

Contoh :

 لاَ رَجُلَ فِي الدَّارِ

asal kalimat di atas adalah :

رَجُلٌ فِي الدَّارِ

susunan mubtada 'رَجُلٌ' dan khobar 'فِي الدَّارِ', keduanya juga sama sama dibaca rofa' karena mubdata' dan khobar memang harus dibaca rofa'. Masukan laa an nafiyah liljinsi (لا) menjadi:

لاَ رَجُلَ فِي الدَّارِ

mubtada' menjadi isimnya laa (لا) dan dibaca nashob tanpa tanwin "رَجُلَ", lalu khobarnya tetap dalam makhal rofa' 'فِي الدَّارِ'.

Hal itu  berlaku andai  memenuhi empat kriteria  di bawah ini  :

1. “La” dilafalkan  dalam Nash ditujukan guna  menafikan seluruh  jenis yang ada. Contoh :

لا طُلاَّبَ في المدرسة  "Tidak ada semua siswa di sekolah"

Kata “لا“ menafikan seluruh  siswa yang ada, tidak ada dispensasi  sama sekali.

2. Isim dan khobarnya “La” berbentuk Nakiroh, misal  : لاَ رَجُلَ فِي الدَّارِ  kata 'رَجُلَ' sebelumnya adalah nakiroh yang dibaca dengan tanwin 'رَجُلٌ', tapi karena kemasukan "Laa" maka ia harus dinashob dan dihilangkan tanwinnya.

3. “La” dan isimnya jangan  dipisah. Contoh :

 لا في الدار رجل ولا امرأة

Maka “ La “ tidak beramal atau tidak berfungsi sesuai dengan pengamalannya.

4. “ La “ jangan  kemasukan huruf   jer, misal:

"سافرت بلا زاد"  "Saya bepergian tanpa membawa bekal" huruf jar 'ب' tidak boleh digabung dengan "Laa".

C. Macam-macam Isim "لا" النافيةِ للجنس

Isimnya “ La “ terbagi menjadi tiga.

1. Isim Mufrod, yakni  isim yang tidak di mudhofkan pada yang lain, baik berupa tasniyah, jama atau yang lainya. misal  :
  •  "لا رجلَ في الدار"
  •  ذلك الكتابُ لا رَيبَ
2. Berbentuk Mudlof, misal  :
  • لا رجلَ سُوءٍ عندنا
  •  لا أخا جهلٍ مُكرَّمٌ
3. Berbentuk Syibhu Mudlof, misal  :
  • "لا قبيحاً خُلقُه خاضرٌ"
  • "لا مذموماً فعلُه عندنا"

D. Keadaan Isim dan Khobarnya “"لا" النافية للجنس

Beberapa kedudukan  isim dan khobarnya   :

a) Isim “ La “ terkadang di buang, misal  : "لا عليكَ" Yang asalnya : لا بأسَ، أو لا جناحَ عليك  Artinya "Tidak apa-apa, Atau Tidak ada dosa bagimu"

b) Biasanya jika khobar sudah mafhum atau sudah diketahui, maka khobar tersebut dibuang, contoh:
  • لَا رَجُلَ
  • لَا زَيْدَ
  • لَا سَمَكَ
c) Khobarnya andai  tidak diketahui atau tidak jelas maka mesti  disebutkan

d) Khobar “ La “ mesti  Mufrod, dengan kata lain  tidak boleh berbentuk jumlah atau syibhu jumlah. Contoh : "لا فقرَ أشدُّ من الجهلِ، ولا مال أعزُّ من العقل، من العُجبِ"

E. Hukum “ La “ andai  diulang-ulang

Jika terdapat  “ La “ diulang-ulang maka terdapat sejumlah  hokum, diantaranya :

a. Semua dibaca nashob, berstatus Mabni, diserupakan  dengan amalan “إنَّ“ misal  : "لا حَولَ ولا قُوَّةَ إلا باللهِ"
b. Adakalanya dibaca rofa’ semuanya, diserupakan  dengan amalan “ليس“ misal  :"لا حولٌ ولا قوَّةٌ إلاّ بالله"
c. Yang kesatu  dibaca nashob dan yang kedua dibaca jer, contoh: "لا حولَ ولا قوَّةٌ إلاّ باللهِ"
d. Yang kesatu  dibaca rofa’ dan yang kedua dibaca jer, misal  : "لا حولٌ ولا قوةَ إلا باللهِ"
e. Yang kesatu  mabni fathah dan yang kedua dibaca nashob sebagai athof, misal  : "لا حولَ ولا قوةً إلاّ باللهِ"

Demikian Pengertian, Fungsi, Macam Beserta Hukum dan Contoh Laa Nafi لا النافية.  Semoga bermanfaat dan mudah untuk dipelajari.

Terimakasih. Wassalam ....San3kalongbm

Posting Komentar untuk "Pengertian, Fungsi, Macam, Beserta Hukum dan Contoh dari Laa Nafi لا النافية"