Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

San3kalongbm.com Blog Religi, Kitab Pesantren, Kisah dan Tokoh Islam dan Info Update Lainnya

Kopi Dalam Sudut Pandang Ulama' Sufi

Kopi Dalam Sudut Pandang Ulama' Sufi - Kopi adalah minuman yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat di Indonesia. Bahkan kopi juga sudah mendunia. Karena citarasa yang khas, dan kandungan kafein yang membuat semua insan menyukainya.
Kopi Penumbuh Inspirasi, Pixcabbay
Bagi para ulama sufi, kopi ternyata memiliki filosofi. Tak hanya menyehatkan bagi tubuh, kopi juga disebut sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah. 

Seorang pakar sejarah mencatatkan dalam kitab al-Kawakib as-Sairah Fi A'yan al-Miah al-A'syirah bahwa : 
"Orang yang pertama kali menjadikan kebiasaan minum kopi sebagai minuman berkhasiat adalah syekh Abi Bakr Bin Abdullah Al-Aydrus , Beliau membuat racikan kopi dari buah pohon Bun."
Kopi juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Bisa membuat kita menjadi terjaga, zat kimia di dalamnya mampu membuat kita tidak mudah mengantuk. Dan tentunya masih banyak lagi khasiat dari meminum kopi ini.

Namun, tahukah kalian minuman kopi ini adalah salah satu minuman para ulama' sufi dunia. Dan apa sajakah yang disampaikan oleh para ulama sufi tersebut? ......

Kali ini San3kalongbm akan membagikan beberapa pendapat dari para Ulama' sufi terkait manfaat dari minuman yang berwarna hitam ini.
Ilustrasi Kopi, Pixcabay

1. Syeikh Nawawi al-Bantani

Syeikh Nawawi al-Bantani seorang Ulama' Indonesia yang sangat terkenal sampai saat ini, beliau mengatakan beberapa kali kepada muridnya terkait minuman kopi.

عليك بشرب القهوة فإنها تمنع النعاس وتورث الذكاء

Artinya : “Minumlah kopi, olehnya akan tercegah rasa kantuk, dan dapat mencerdaskan pikiran”

Murid-murid Syeikh Nawawi al-Bantani dianjurkan untuk minum kopi agar tetap terjaga. Mampu mengikuti pengajian kitab tanpa rasa kantuk, dan dapat mencerdaskan pikiran, mampu melaksanakan ibadah salat malam bermunajat kepada Allah SWT. 

2. Syeikh Ihsan Jampes 

عليك بأكل البُنِّ فى كلّ ساعة # ففى البنِّ للأكل خمس فوائد نشاط و تهضيم و تخليل بلغَم # تطَيُّب اَنْفاس و عون لقاصد

Artinya : “Bagimu hendaklah relaksasi kopi secara rutin, karena pada kopi terdapat lima manfaat, yakni ; rajin dalam aktifitas,  memperlancar pencernakan, menghilangkan dahak, memperbaiki pernafasan, dan membantu mewujudkan orientasi”.

Syeikh Ihsan Jampes seorang ulama' dari Kediri Jawa Timur dalam kitabnya Irsyadul Ikhwan fi Syurbil Qohwah wa Addukhon, juga Syeh abdul Qodir Bin Syekh dalam kitab Shofwatu As Shofwah fi Bayan hukmil Qohwah. Juga dijelaskan dalam kitab Tarikh Ibnu Toyyib mengenai keutamaan Kopi. dan banyak lagi ulama yang menjelaskan tentang kopi.

Dalam Tarikh Ibnu Toyyib dikatakan:

يا قهوة تذهب هم الفتى # انت لحاوى العلم نعم المراد

شراب اهل الله فيه الشفا # لطالب الحكمة بين العباد

حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد
Artinnya : 

“Kopi adalah penghilang kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari ilmu.
"Kopi adalah minuman orang yang dekat pada Allah didalamnya ada kesembuhan bagi pencari hikmah diantara manusia."
"Kopi diharamkan bagi orang bodoh yang mengatakan keharamannya dengan keras kepala.”

3. Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami 

Menurut pendapat Ibnu Hajar Al-Haitami yang tertuang dalam kitabnya Syahrul Ubab dijelaskan beberapa alasan tentang baiknya meminum kopi.

ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة للأسرار مذهبة للأكدار وقد اختلف في حلها اولا وحاصل ما رجحه ابن حجر في شرح العباب بعد ان ذكر أنها حدثت في اول قرن العاشر . ان للوسائل حكم المقاصد ،فمهما طبخت للخير كانت منه وبالعكس فافهم الأصل

Artinay : “Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah dijadikan oleh Ahli shofwah (orang orang yang bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia Tuhan, penghapus kesusahan. Para ulama berbeda pendapat akan kehalalannya, namun alhasil yang diunggulkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Syarhul Ubab setelah penjelasan bahwa asal usul kopi di awal abad kesepuluh hijriyah memandang dari Qoidah ‘bagi perantara menjadi hukum tujuannya’ maka selama kopi ini dimasak untuk kebaikan maka mendapat kebaikannya begitu juga sebaliknya, maka fahami asalnya.”

القهوة كالحب؛ قليل منه لا يروى، و كثير منه لا يشبع

Artinya : “Kopi itu bagaikan Cinta Sedikit saja tidak akan menyegarkan, Sedangkan banyaknya tak akan mengenyangkan”.

“Kopi membunuh kantuk, melepaskan pikiran yang berhamburan, mengikhlaskan pahit yang tak ter-ungkapkan”.

Sebagai satu komunitas sosial yang koheren, lingkungan pesantren adalah satu komunitas yang tidak bisa dilepaskan dari budaya kumpul-kumpul, diskusi, sedikit merumpi, dan tentu saja minum kopi. Kaum santri amat menyadari bahwa kopi adalah satu entitas yang tidak bisa dilepaskan dari rutinitas keseharian mereka.

Santri sehari-hari sedikit ataupun banyak pasti bersinggungan dengan ilmu-ilmu agama; Fikih, Tasawuf, Tafsir, Hadits, rutinan hapalan dan sorogan, adalah aktivitas sehari-hari. Karena keterkaitan yang begitu erat dengan kajian agama, terutama kajian turats maka minum kopi, ternyata juga menjadi diskursus yang dikupas dari berbagai aspeknya.

Berbagai literatur kitab di pesantren telah sedikit membahas seluk beluk kopi; mulai dari hukum, manfaat dan efek positif-nya bagi para peminumnya

4. Imam Ahmad bin Ali as-Subky

Kaidah Kecerdasan terkait minuman dalam kitab ta’lim mutaallim ialah;

و كل ما يقلّل البلغم و الرطوبات يزيد في الحفظ، و كل ما يزيد في البلغم يورث النسيان

Artinya : “Setiap sesuatu yang bisa mengurangi lendir dahak dan mengurangi kadar air yang berlebihan pada tubuh; Maka akan berdampak pada kuatnya hafalan. Sedangkan sesuatu yang memperbanyak lendir dahak akan membuat orang jadi pelupa”.

Berpedoman dari kaidah diatas, maka minuman yang mampu meningkatkan kecerdasan otak adalah kopi. Hal ini berdasarkan pendapat Imam as-Subki yang berkata;

قال أحمد علي السبكي: و أما منافعها يعني القهوة تقريبا، فالنشاط للعبادة و الأشغال المهمّة و هضم الطعام و تحليل الرياح و القولنج و البلغم كثيرا

Imam Ahmad bin Ali as-Subky berkata: “Manfaatnya kopi yaitu kira-kira untuk membuat semangat ibadah dan pekerjaan penting, juga untuk menghancurkan makanan, agar tidak masuk angin pun juga berkhasiat mengurangi lendir dahak yang berlebihan”.

Dari perkataan Imam as-Subki diatas; yakni khasiat kopi dapat mengurangi lendir dahak, maka kopi dapat menstimulasi atau dapat merangsang saraf otak, sehingga dapat mencerdaskan otak.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan dari berbagai pendapat di atas, bahwa minum kopi menjadi sarana yang dapat digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan bagi jiwa maupun raga secara medis atau juga rohani.

Demikian Kopi Dalam Sudut Pandang Ulama' Sufi, dan tentunya masih banyak lagi pendapat dari para kalangan Ulama' sufi tentang faedah, khasiat serta manfaat kopi ini.

Terimakasih, Semoga bermanfaat dan jangan lupa ngopi.......San3kalongbm.com

Posting Komentar untuk "Kopi Dalam Sudut Pandang Ulama' Sufi"