Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

San3kalongbm.com Blog Religi, Kitab Pesantren, Kisah dan Tokoh Islam dan Info Update Lainnya

Pengertian Kalimat Fi'il dan Pembagiannya Menurut Waktu Kejadiannya

Pengertian Kalimat Fi'il dan Pembagiannya Menurut Waktu Kejadiannya

 Assalamu'alaikum Wr. Wb. San3kalong.com - Setelah sebelumnya kita selesai membahas mengenai Pengertian I’rab Ala San3kalong juga bab Al- Mu'robat Di dalam Kitab Jurumiyah , Maka pada kesempatan ini kita akan melanjutkan pembahasan yaitu mengenai pengertian fi’il, sebagaimana urutan dalam sebuah kitab Jurumiyah.

Bab Fi'il Versi Arab Kitab Jurumiyah

Dalam mempelajari Bahasa Arab kita harus mengenal beberapa unsur penting yang merupakan pokok dalam Bahasa Arab dan diantara unsur penting tersebut adalah Isim, Fi’il dan Huruf. Yang sebenarnya didalam bahasa Arab, Kamus Bahasa Arab setebal berapapun isinya hanya tiga macam tersebut, isim, Fi'il dan huruf. Namun kita kadang masih bingung cara membedakan jika sudah tersusun dalam kitab atau kalimat yang panjang.

Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai pengertian fi’il dan pembagiannya dalam Bahasa Arab.

Pengertian Kalimat Fi'il dan Pembagiannya Menurut Waktu Kejadiannya

Fi’il adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada masa atau waktu tertentu (lampau, sekarang dan yang akan datang).( Nahwu Wadih Juz 1 ). 

Didalam Bahasa Indonesia pengertian fi’il juga biasa dikenal dengan kata kerja, namun diantara keduanya tidak sama karena terdapat sedikit perbedaan. Fi'il dapat diketahui dengan قَدْ, س, سَوفَ ,تْ ada yang terletak pada awal kalimat fi'il ada juga yng diletakkan setelah atau gandeng dengan fi'il itu sendiri.

Kalimat Fi'il itu dari segi artinya tidak banyak perubahan, saat berubah bentuk sedikit maka artipun juga berubah.

Contoh, kata اُفْعُــلْ dalam Bahasa Arab dimana ia termasuk jenis kata perintah yang mempunyai arti “kerjakanlah / bekerjalah”, يَفْــعُــلُ yang mempunyai arti “Sedang bekerja (dia)”, dan فَــعَــلَ yang artinya “telah bekerja atau telah melakukan pekerjaan”. Dapat kita lihat dari satu bentuk ke bentuk yang lain ada perubahan sedikit, namun arti dan fungsinya juga berbeda.

Berdasarkan waktu terjadinya fi’il dapat dibagi menjadi 3 yaitu Fi’il Madhi, Fi’il Mudhori’, dan Fi’il Amr, berikut penjelasannya:

1. Fi’il Madhi (Kata Kerja yang sudah lewat atau Lampau)

Pengertian Dari Fi’il Madhi

Fi’il Madhi adalah suatu jenis kata kerja yang menunjukkan suatu jenis pekerjaan atau peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Didalam Bahasa Indonesia fi’il madhi juga dikenal dengan kata kerja lampau.

Ciri-Ciri Fi’il Madhi

Ciri-Ciri Fi’il madhi adalah umumnya pada huruf asli kata kerjanya mengandung huruf “a”, Dimabnikan fatkhah, misalnya kata فَتَحَ (telah membuka), ضَرَبَ (telah memukul).

Bentuk-Bentuk Fi’il Madhi

Didalam Bahasa Arab fi’il madhi mempunyai 14 bentuk sesuai dengan banyaknya pelaku (dhamir) dari suatu pekerjaan atau perstiwa. Didalam fi’il dhamir dapat berfungsi sebagai pelaku (fa’il). Dhomir disini yaitu dhomir Mutashil atau gandeng dengan fi'ilnya.

Baca juga : 

Inilah contoh 14 dhamir yang diambil dari kata ضَرَبَ ( Telah Memukul ) :

  1. هُـوَ ضَرَبَ          Dia (lk) telah menulis           Bentuk asli tanpa perubahan
  2. هُمَـا ضَرَبَا          Keduanya (lk) telah menulis + ا pada huruf terakhir
  3. هُـمْ ضَرَبَوْ      Mereka (lk) telah menulis + ـــُوْ pada huruf terakhir
  4. هِـيَ ضَرَبَتْ  Dia (pr) telah menulis         + ـتْ pada huruf terakhir
  5. هُمَـا ضَرَبَتَا  Keduanya (pr) telah menulis + ـتـََا pada huruf terakhir
  6. هُـنَّ ضَرَبْنَ         Mereka (pr) telah menulis + ـْــنَ pada huruf terakhir
  7. اَنْـتَ ضَرَبْتَ  Kamu (lk) telah menulis + ـْــتَ pada huruf terakhir
  8. اَنْتُمَـا ضَرَبْتُمَ  Kalian (lk) telah menulis + ـْــتُمَـا pada huruf terakhir
  9. اَنْتُـم ضَرَبْتثمْ  Kalian (lk) telah menulis + ـْــتُمْ pada huruf terakhir
  10. اَنْـتِ ضَرَبْتِ  Kamu (pr) telah menulis + ـْـتِ pada huruf terakhir
  11. اَنْتُمَـا ضَرَبْتُمَا  Kalian (pr) telah menulis + ـْتُمَـا pada huruf terakhir
  12. َانْتُـنَّ ضَرَبْتُمَّ  Kalian (pr) telah menulis + ـْـتُـنَّ pada huruf terakhir
  13. اَنَـا ضَرَبْتُ  Saya telah menulis          + ـْــتُ pada huruf terakhir
  14. نَحْنُ ضَرَبْنَا         Kami, kita telah menulis + ــْـنَـا Pada huruf terakhir

Untuk rumus khususnya bina salim dalam mempermudah membuat urutan fi'il madhi dengan dhomir bisa menggunakan tambahan huruf diakhirnya. Seperti pada contoh diatas, 

  • Saat ditambah atau gandeng dengan dhomir هُمَـا (dua lk) maka cukup ditambah huruf alif.
  • Saat ditambah atau gandeng dengan dhomir هُـمْ (lk banyak) maka cukup ditambah huruf wawu mati.
  • Saat ditambah atau gandeng dengan dhomir هُـنَّ (pr banyak) maka cukup ditambah huruf nun mati.
  • Saat ditambah atau gandeng dengan dhomir اَنْـتَ (lk 1,2 dan banyak) maka cukup pindahkan huruf akhir pada dhomir yang bersangkutan.
  • Sedangkan untuk dhomir اَنَـا dan نَحْنُ ditambah ـْــتُ dengan ـْـنَـا
Demikian adalah penjelasan untuk fi'il madhi, kalau didalam tasrif atau sorof fi'il no 1 sampai 14 dikenal dengan tasrif lughowi ( Bahasa )

2. Fi’il Mudhari ( فِـعْـلُ الْمُـضَــارِعْ ) Kata Kerja yang Sedang Terjadi Atau Akan Terjadi

Pengertian Fi’il Mudhari

Fi’il Mudhari adalah suatu jenis kata kerja yang menunjukkan suatu jenis pekerjaan atau peristiwa yang sedang terjadi atau akan terjadi.

Ciri-Ciri Fi’il Mudhari

Ciri-ciri dari Fi'il Mudhore' itu sendiri yaitu didahului oleh salah satu huruf mudhoro'ah, ada empat yaitu :

  • Adanya huruf alif di awal ( أ ) kata ganti saya.
  • Adanya huruf nun di awal ( ن ) Kata ganti kita
  • Adanya huruf ya’ di awal ( ي ) Kata ganti dia
  • Adanya huruf ta’ di awal ( ت ) kata ganti kamu

Contohnya :  
     أَضْرِبُ  (Saya sedang memukul)
     نَضْرِبُ ( Kita sedang Memukul )
     يَضرِبُ ( Dia sedang memukul )
     تَضْرِبُ ( Kamu sedang memukul )

3. Fi’il Amar (Kata Perintah)

Fi’il amar adalah suatu jenis kata didalam Bahasa Arab yang menunjukan kepada sebuah perintah tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan. Dengan tanda dibaca jazm ( sukun ) diakhirnya.

Ciri-Ciri Fi’il Amar

Umumnya mempunyai huruf akhir sukun atau jzam pada saat memberikan perintah kepada jenis (fail) laki-laki

Contoh: قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ

Demikian penjelasan mengenai Pengertian Kalimat Fi'il dan Pembagiannya Menurut Waktu Kejadiannya, semoga bermanfaat. Dalam pembelajaran atau mempelajari tentang bahasa Arab atau belajar ilmu Nahwu. 

Tetap kunjungi San3kalong.com yang akan selalu update kelanjutan dari Terjemahan Kitab Jurumiyah dengan bab-bab selanjutnya. Dan informasi-informasi pentinf lainnya Terimakasih, Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Posting Komentar untuk "Pengertian Kalimat Fi'il dan Pembagiannya Menurut Waktu Kejadiannya"