-->
San3kalong Blog RELIGI Kisah&Tokoh, Kitab dan Terjemah, Tutorial Dan Informasi Terupdate

Pengertian, Waktu, Dan Adab Berdo'a

Pengertian, Waktu, Dan Adab Berdo'a

 Assalamu'alaikum Wr.Wb, Selamat berjumpa dengan San3Kalong.com- Kali ini admin akan berbagi tentang Pengertian, Waktu, dan Adab Berdo'a. Sebagai seorang hamba terkadang kita melewatkannya Do'a hanya berusaha tanpa Tawakal ataupun do'a . Namun kita harus tahu terlebih dahulu apakah maksud dan pengertian dari do'a itu sendiri.

Ilustrasi

Pengertia Do'a 

Menurut bahasa doa berasal dari Bahasa Arab الدعاء yang merupakan bentuk masdar dari mufrad داعى yang memiliki bermacam-macam arti. Dalam kamus Bahasa Arab di bawah judul huruf د, ع, و disebutkan sebagai berikut :

  • داعى 🔅 يدعو 🔅  دعوة artinya menyeru, memanggil.
  •  داعي, يدعو, دعاء artinya memanggil, mendoa, memohon, meminta.
  • Dalam bentuk jama’nya ادعية artinya doa, permohonan, permintaan.
  •  دعاء له artinya mendoakan kebaikan kepadanya.
  •  دعاء عليه artinya mendoakan keburukan atau kejahatan kepadanya.
  •  داع artinya orang yang memanggil, orang yang menyeru, orang yang memohon.
  • Dan الدعاء adalah bentuk masdarnya, yang pada umumnya diartikan sebagai suatu keinginan yang besar kepada Allah SWT dan pujian kepadaNya.
Kalau menurut KBBI Do'a adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Jadi admin simpulkan disini Do'a yaitu sebuah permohonan atau permintaan dari bawahan kepada atasan, dalam hal ini yaitu Tuhan / Alloh SWT. 

Dalam al-Qur’an terdapat 203 ayat dengan arti yang beragam. Sedang menurut istilah doa berarti memohon kepada Allah SWT secara langsung untuk memperoleh karunia dan segala yang diridhoiNya dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan atau bencana yang tidak dikehendakinya.

Didalam Al-Qor'an Allah berjanji siapa yang berdo'a pasti akan dikabulkan. Yang tertuang dalam surah Ghofir ayat 60   وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ yang artinya Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.

Dalam ayat lain juga dijelaskan dalam Surah Al-baqoroh ayat 186 

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ 

Artinya "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Dari dua ayat diatas tentunya kita bisa memahaminya, seorang hamba layak berdo'a hanya kepada Allah SWT bukan kepada yang lain selain Allah, Dan pasti Allah akan mengabulkan.

Baca Juga :

Pengertian, Waktu dan Adab Berdo'a

Waktu Mustajab Dalam Berdo'a

Dalam berdo'a supaya do'a kita dikabulkan harus pandai memilih waktu yang tepat atau waktu yang mustajabm antara lain :

1. Sepertiga Terakhir Dari Malam Hari

Nabi Muhammad bersabda: "Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Waktu Azan (dikumandangkan)

Nabi Muhammad bersabda: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR Abu Daud)

3. Di Antara Azan dan Iqomah

Nabi Muhammad bersabda: “Sungguh berdo’a antara adzan dan iqomah tidak tertolak, maka pergunakanlah untuk berdo’a.” (HR Ahmad).

4. Setelah Shalat Fardu

Dalam hadis disebutkan: “Ada seseorang yang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Shalat apa yang paling afdhal?” “Shalat di tengah malam”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ditanya kembali, “Doa apa yang paling didengar?” “Doa di dubur shalat wajib (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya)

5. Waktu Imam Naik Mimbar Hingga Selesai Shalat

Dalam hadis disebutkan: "Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “ ’Abdullah bin  ‘Umar bertanya padaku, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai waktu mustajabnya do’a di hari Jum’at?” Abu Burdah menjawab, “Iya betul, aku pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khutbah hingga imam menunaikan shalat Jum’at.” (HR Muslim)

6. Pada Jam Terakhir Setelah Selesai Shalat Ashar

Dalam hadis disebutkan: “(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.” (HR Abu Daud)

Adab Dalam Berdo'a

Disaat kita akan bertemu pejabat tentunya kita akan mempersiapkan segala sesuatunya, baik dalam cara berpakaian, Pakai wewangian dan lain sebagainya. demikian pula saat akan menghadap sang Kholiq maka kita harus lebih - lebih lagi. Bukan hanya sekedar pakaian namun perlu banyak persiapan saat akan melakukan Do'a. Adapun adab dalam berdo'a antara lain :

1. Diawali dengan Memuji kepada Allah SWT, Membaca Sholawat atas Nabi Muhammad SAW dan memohon ampunan.

Sudah selayaknya saat berdo'a kita harus mengawali dengan puji-pujian kepada sang pencipta, Mebacakan sholawat atas nabi sebagai kekasih Allah, dan yang paling pokok juga mohon ampunan dari segala dosa. Mengakui segala kesalahan yang pernah dibuat baik secara sengaja ataupun tidak.

2. Mengahadap Kiblat dang mengangkat kedua tangan

Kiblat adalah salah satu arah yang menjadi tumpuhan seluruh umat muslim sedunia.
Dalam hadist riwayat Muslim, Jabir radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi SAW saat berada di Padang Arafah, menghadap arah kiblat lalu berdoa kepada Allah hingga matahari terbenam.

Selain itu dalam hadist riwayat Abu Daud dan At-Tirmidxi, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kamu sekalian itu Malu & Maha Memberi. Dia malu kepada hambanya ketika hamba itu mengangkat tangan kepadanya namun kembali dengan tangan kosong.”

Bukan hanya itu, Ibnu Abbas radhiallahu’anhu dalam HR. At-Thabrani pun meriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad SAW selalu berdoa dengan menggabungkan kedua telapak tangan menjadi satu dan mengangkatnya setinggi wajah, atau posisi wajah menghadap telapak tangan. Ini bisa menjadi satu adab membaca doa setelah sholat wajib yang baik dilakukan oleh seluruh umat muslim, sesuai dengan ajaran Rasulullah.

3. Khusyuk

Khusyuk atau bersungguh-sungguh dalam berdo'a. Tidak ada fikiran lain selain kepada Allah semata. Khusyuk di sini diartikan sebagai usaha merendahkan hati, menyerahkan diri atau tunduk, serta menempatkan diri serendah-rendahnya dihadapan Allah SWT. Sikap ini tidak hanya diterapkan saat melaksanakan sholat, tetapi juga saat memanjatkan doa kepada Allah.

Dalam hal ini, Allah telah berfirman dalam QS A-Anbiya ayat 90, yaitu : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”

4. Dengan Suara Perlahan

Adab selanjutnya adalah menggunakan suara perlahan searaya merendahkan diri dengan tanpa mengeraskan suara. Rasulullah pernah mengingatkan kepada para sahabatnya yang berdzikir dengan suara keras hingga terkesan berteriak-teriak.

“Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidaklah menyeru kepada Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah beserta kalian, Dia adalah Dzat yang Maha mendengar lagi Maha dekat.” (HR. Bukhari)

Selain itu, Allah pun telah berfirman pada beberapa ayat dalam Al Quran, memerintahkan hambanya untuk berdoa dengan suara yang lembut dan merendahkan diri.

“Berdoalah kalian kepada Tuhan kalian dengan merendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

“Janganlah kamu mengeraskan doamu dan jangan pula merendahkannya (menyamarkannya;pelan) dan carilah jalan tengah di antara kedua jalan itu.” (QS. Al-Isra: 110)

5. Yakin Do'a Akan Terkabulkan

Disaat berdo'a harus berkeyakinan bahwa Do'a kita benar-benar dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam ajaran agama Islam, seluruh umat muslim perlu dan baik untuk berhusnudzan atau berprasangka baik kepada Allah.

Hal ini pun dapat diterapkan setiap kali memanjatkan doa kepada Allah. Di sini umat muslim harus yakin bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah entah cepat atau lambat, karena hanya Allah yang mampu memberikan setiap jalan hidup kepada setiap hambanya.

Anjuran untuk berbaik sangka kepada Allah juga disebutkan oleh Rasulullah dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim : “Janganlah diantara kalian ketika berdoa berkata: ‘Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki. Ya Allah belas kasihilah aku jika Engkau menghendaki. Hendaknya ia memantapkan permohonannya, sebab tidak ada yang memaksa Allah.”

Bukan hanya itu, Rasulullah dalam hadist riwayat Ibnu Hibban pun menganjurkan seluruh umat muslim untuk memantapkan hati setiap kali memanjatkan doa kepada Allah SWT. “Apabila kalian berdoa, hendaknya memantapkan permohonannya. Sebab Allah tidak keberatan dan kesulitan mewujudkan sesuatu.”

6. Mengulang Do'a dan Tidak Terburu-buru

Membaca do'a secara berulang-ulang dan usahakan dalam berdo'a tidak terburu-buru. Diriwayatkan dalam hadist riwayat Muslim, bahwa Rasulullah mengulang-ulang sampai tiga kali setiap kali memanjatkan doa kepada Allah.

Selain itu, Nabi Muhammad juga menganjurkan seluruh umat muslim untuk tidak terburu-buru saat sedang berdoa. Hal ini disebutkan dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, “Akan dikabulkan (doa) di antara kalian selama tidak tergesa-gesa.” Dengan bahsa yang jelas artikulasinya baik dengan bahasa Arab ataupun dengan bahasa daerah. 

7. Jangan Mendo'akan Keburukan

Adab membaca doa yang terakhir adalah dengan tidak mendoakan suatu keburukan. Dalam hal ini, Rasulullah pernah bersabda, “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturahim.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Dalam hadist tersebut dapat dipahami bahwa Allah akan selalu mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan hambanya, selain doa keburukan.

Dengan begitu, akan lebih baik jika selalu memanjatkan doa yang berisi harapan baik dan menghindari doa yang berisikan keburukan untuk diri sendiri maupun orang lain. 

Demikianlah Pengertian, Waktu dan Adab Berdo'a, Semoga sobat San3Kalong.com semuanya dapat memahami dan mengerti pentingnya berdo'a, waktu dalam berdo'a, dan yang tak kalah penting adab dalam berdo'a. 

Sehingga bisa selalu berdo'a dengan baik dan benar yang pada akhirnya terkabulah Do'a yang kita panjatkan. Terimaksih, Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Artikel Terkait

  1. Untuk menyisipkan sebuah kode gunakan <i rel="pre">code_here</i>
  2. Untuk menyisipkan sebuah quote gunakan <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image">url_image_here</i>