Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

San3kalongbm.com Blog Religi, Kitab Pesantren, Kisah dan Tokoh Islam dan Info Update Lainnya

Bab 'Athof atau Kata Sambung

Bab 'Athof atau Kata Sambung - 'Athof adalah kata sambung, yang fungsinya menyambungkan kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Athof merupakan salah satu jenis tawabi, yang letaknya sesudah kata penghubung dalam bahasa Arab. Fungsi dari jenis tawabi ini yaitu sebagai penghubung sesama isim atau fi’il. Bila dalam ilmu bahasa Indonesia, jenis tawabi ini dikenal sebagai kata penghubung. Meskipun secara bahasa berbeda, namun makna yang dihasilkan memiliki kesamaan satu sama lain.

Bab 'Athof Kata Sambung

Huruf 'Athof dan Fungsinya

Huruf 'Athof atau Kata penghubung dalam bahasa Arab terdiri dari sepuluh huruf. Setiap huruf memiliki fungsi dan artinya sendiri – sendiri. Sehingga dalam menggunakan kata penghubung tersebut, harus tepat dan sesuai dengan makna yang ingin dihasilkan.

Wawu (وَ)

Huruf wawu artinya “dan”. Huruf tersebut biasa digunakan untuk menggabungkan kata yang sama satu dengan lainnya. Kata tersebut memiliki i’rab dan kedudukan yang sama. Sehingga bila dijadikan sebuah kalimat, memiliki makna khusus.

Contohnya :

حَضَرَ الطَّالِبُ وَالمُدَرِّسُ  artinya murid dan guru datang.

Fa’ (فَ)

Huruf fa’ fungsinya untuk kata penghubung “lalu / maka”. Fa’ digunakan untuk menggambarkan kondisi beriringan dan berurutan, tanpa jeda. Sehingga kata penghubung ini biasa dipakai ketika menceritakan sesuatu.

Contohnya :

جاء الأستاذُ  فالطالبُ artinya ibu guru masuk lalu muridnya.

Tsumma (ثُمَّ)

Huruf tsumma identik dengan kata penghubung “kemudian”. Fungsi dari huruf tersebut adalah untuk menunjukan arti yang bersifat lenggang, berurutan, tanpa beriringan, dan berjeda. Biasanya dipakai untuk menyampaikan cerita kepada orang lain.

Contohnya :

حضر الأستاذُ ثم الطالبُ artinya ustadz datang kemudian muridnya.

Hatta (حَتىّ) hingga / sehingga

Huruf hatta merupakan kata penghubung “hingga / sehingga”. Syarat yang dianjurkan dalam kata penghubung ini adalah menggunakan isim zhahir untuk ma’thuf bih. Hal ini karena ma’thuf bih adalah bagian dari ma’thuf alaih.

Contohnya :

اكلتُ السمكةَ حتَّى رأسَهَا artinya aku makan ikan hingga kepalanya.

Aw (أَوْ)

Huruf aw fungsinya untuk kata penghubung “atau / ataukah”. Huruf ini digunakan untuk memberikan pilihan kepada kepada orang lain, sesudah diperintahkan. Kata penghubung aw lebih menunjukkan makna penyamaran hukum dan keraguan di dalamnya.

Contohnya :

تَزَوَج هِندا أو أختَها artinya nikahilah saudaraku atau Hindun.

Am (أَمْ)

Huruf am biasa digunakan untuk menunjukkan kata penghubung “atau / ataukah”. Biasanya huruf am ini digunakan untuk menggambarkan makna menuntut atau mencari sebuah ketentuan. Kata penghubung ini dapat dilakukan bila huruf am jatuh sesudah hamzah, yang ada dalam dua lafaz.

Contohnya :

أزيدُ عندكَ أم عمرٌ artinya Apakah zaid berada di sisimu ataukah Umar?.

Bal (بَلْ)

Huruf bal merupakan kata penghubung “tetapi / melainkan”. Kata penghubung ini digunakan untuk menetapkan hukum nahi (larangan melakukan pekerjaan) dan nafi (tidak ada hukum), dalam lafaz sebelumnya. Kemudian di akhir kalimat akan dijelaskan hukum sebaliknya, yang berarti benar. Usahakan untuk jatuh sesudah kalam nafi atau nahi.

Contohnya :

ما جاءَ زيدٌ بل عمرٌ artinya Zaid tidak datang, tetapi Umar yang datang.

Laa (لاَ)

Huruf laa diibaratkan sebagai kata penghubung “bukan / tidak”. Tujuan penggunaan huruf ini adalah untuk menafi’kan sebuah hukum lafaz yang akan datang selanjutnya. Biasanya kata penghubung ini, digunakan untuk menyatakan sesuatu hal yang berupa kebenaran atau kejadian tertentu.

Contohnya :

إشتريت لحمًا لا سمكًا artinya saya telah membeli daging, bukan ikan.

Baca Juga ; Jamak Taksir, Penjelasan Lengkapnya!

Laakin (لكِنْ)

Huruf laakin merupakan kata penghubung “akan tetapi”. Fungsi dari kata penghubung ini adalah untuk menggambarkan suatu makna penyambungan atau susulan perkataan, yang harus didahului lafaz (ما النفي، ما النهي ).

Contohnya :

ما مررْتُ برجلٍ صالحٍ لكنْ طالحٍ   artinya aku tidak bertemu dengan laki-laki saleh, tetapi laki-laki yang fasik.

Hukum 'Athof

Apabila membuat 'athof maka ma'tuf 'alaih harus sama dalam empat hal, rofa', nasob, khofad dan jazemnya atau semua i'robnya harus sama. Antara ma'tuf dan ma'thuf 'alaih sama dalam keempat i'robnya.

Demikian Bab 'Athof atau kata sambung, semoga bisa dijadikan referensi dalam belajar bahasa arab khususnya yang berpanduan dengan kitab Jurumiyah. Untuk bab selanjutnya penjelasan tentang Badal atau pengganti bisa di klik pada Link Berikut.

Terimakasih, Wassalam ...... San3kalongbm.com 

Posting Komentar untuk "Bab 'Athof atau Kata Sambung"