Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

San3kalongbm.com Blog Religi, Kitab Pesantren, Kisah dan Tokoh Islam dan Info Update Lainnya

Kisah Tauladan, Umar bin Khathab Ra dengan Seekor Burung Usfhur (Burung Pipit)

Sebuah kitab tipis yang selalu dibaca pada Pondok Pesantren salaf, kitab Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abi Bakar al-'Ushfuri yang berisikan tentang kumpulan hadits-hadits Nabi juga kisah-kisah suri tauladan yang patut untuk diikuti. Di dalamnya terdapat kisah tentang kasih sayang seorang khalifah Umar bin Khathab kepada seekor burung Usfhuri (burung Pipit).

Ilustrasi Burung Pipit, Sumber : Pixcabay
Ilustrasi Burung Pipit, Sumber : Pixcabay
Khalifah Umar bin Khattab sangatlah terkenal dengan sifat adil, dermawan juga zuhudnya, namun yang menjadi penyebab utama diampuni dosa-dosanya bukan karena sifat-sifat tersebut, yaitu karena kasih sayangnya terhadap seekor burung Ushfuriyah (burung Pipit) yang dikisahkan pada kitab Ushfuriyah.

Alkisah, pada suatu siang yang sangat terik, di atas bumi Madinah, seorang laki-laki berperawakan tegap, berwajah teduh, dan mengenakan jubah sederhana tengah berjalan menyusuri lorong kota. Lelaki itu adalah Sayidina Umar bin Khathab Ra., salah satu sahabat Nabi muhammad Saw. yang sangat dekat dengan Nabi.

Umat bin Khathab berjalan sendirian tepat pada saat matahari tengah terik sekali. Panasnya terasa hampir di setiap jengkal kota Madinah. Kondisi jalan kota Madinah saat itu terlihat lengang sepi dikarenakan orang-orang memilih untuk beristirahat di dalam rumah daripada bepergian ataupun melakukan perdagangan.

Namun, Khalifah Umar bin Khathab Ra. terlihat tidak memperdulikan teriknya mentari yang sangat menyengat saat itu, maupun kotornya pasir gurun yang ikut serta tertiup angin. Sesekali, pandangannya melihat kesana kemari mengawasi sekelilingnya. Hatinya terasa lega karena daerah yang dilaluinya terlihat aman dan sentosa seperti hari-hari biasa.

Suatu ketika, Umar bin Khathab Ra. melewati sebuah sudut pasar di Madinah. Tiba-tiba saja beliau menghentikan langkahnya. Langkahnya menjadi pelan perlahan saat melihat pada seorang anak kecil. Ia pun menajamkan pendengarannya. 

Samar-samar terdengar suara lirih cericit burung ushfur (sejenis burung pipit), perlahan-lahan, ia mendatangi arah suara itu dan dengan nada lembut menyapa seorang bocah kecil yang sedang asyik memainkan burung kecil tersebut.

"Nak, apa yang ada di tanganmu itu ?" Tanya Umar bin Khathab Ra. dengan nada lembut.

Wajah si kecil mendongak, hanya sekilas. Sembari menjawab, "Paman, tidaklah paman lihat, yang ada di tanganku adalah seekor burung."

Pandagan mata sang Khalifah seketika itu menjadi redup. Beliau tampak menaruh iba saat melihat burung kecil yang ada digenggaman anak kecil tersebut. Burung kecil pun mencericit parau, seolah meminta pertolongan kepada Khalifah Umar. Ia juga merasakan kesedihan yang teramat sangat di dalam hatinya. Burung ini tentu sangat ingin terbang dan anak ini tidak mengerti jika makhluk kecil ini teraniaya, gumam Umar bin Khathab Ra.

"Bolehkah aku membelinya, nak ? Aku sangat ingin memilikinya," tanya Umar bin Khathab Ra. dengan penuh harap.

Kemudian si anak kecil memandang seorang lelaki yang tidak dikenalnya itu dengan seksama. Ada gurat kesungguhan dalam paras jernihnya. Lelaki itu masih saja lekat manatapnya. Pada akhirnya dengan keraguan, ia pun berkata,"Baiklah, Paman."

Kemudian anak kecil itu bangkit dan menyerahkan burung kecil itu kepada lelaki yang baru pertama kalinya ia jumpainya. Tanpa berlama-lama, Umar bin Khathab Ra. merogoh saku jubah sederhananya. Beberapa keping uang untuk diberikan kepada si anak kecil pemilik burung tersebut. 

Dalam genggaman Umar bin Khathab Ra. burung kecil itu dibawa menjauh dari si anak kecil yang belum sama sekali memahami penderitaan seekor burung itu.

Dengan penuh kehati-hatian, Umar bin Khathab Ra. kemudian membuka genggamannya seraya bergumam senang, "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Penyayang, engkau burung kecil, terbanglah ....., terbanglah ......!" maka terbanglah burung tersebut ke angkasa.

Tak lama kemudian sepasang sayap burung kecil itu mengepak terbang tinggi. Umar bin Khathab Ra. menengadah, memandang burung yang sudah terbang tinggi ke angkasa. Sungguh, langit Madinah menjadi saksi ketika senyuman senang tersungging di bibir yang sering membaca tasbih tersebut.

Kisah Tauladan, Umar bin Khathab Ra. Dengan Seekor Burung Ushfur (Burung Pipit)

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, dan seterusnya. Sehingga, tibalah sang Khalifah yang agung Umar bin Khathab Ra. dipanggil ke hadapan Yang Maha Rahman dan Rahim.

Suatu ketika, jauh setelah Umar bin Khatab Ra. wafat meninggalkan rakyat yang dicintainya, beberapa ulama bermimpi melihat Umar bin Khathab Ra. di surga. Mereka diberi kesempatan untuk dapat bertemu dengan pemimpin yang sangat dicintai rakyatnya itu. Beberapa ulama secara serempak mengajukan sebuah pertanyaan kepada Umar bin Khathab Ra. 

"Wahai Umar, kami semua ingin seperti Anda, Ingin bersama Anda di dalam surga Allah Swt. yang indah. Amalan ibadah apakah yang membuat Anda berada di tempat yang mulia ini?"

"Apakah karena keberanianmu yang berada di garis depan saat menghadapi musuh-musuh Allah?" tanya salah seorang ulama melanjutkan.

"Apakah karena keadilanmu dalam memutuskan suatu perkara?" sahut yang lainnya.

"Apakah karena kezuhudanmu?" sela seseorang yang berada di bagian belakang.

Dengan berlinang air mata, Syaidina Umar bin Khathab Ra. menjawab, "Wahai saudaraku, ketahuliah bahwa saat jasadku kalian masukan ke dalam liang lahat kemudian kalian menimbun jasadku dengan tanah sampai memenuhi seluruh ruang kuburku, lalu setelah kalian pergi meninggalkanku sendirian di tempat yang gelap gulita, datanglah dua malaikat yang membuatku merasa sangat ketakutan yang luar biasa. 

Entah mengapa aku belum pernah merasakan ketakutan yang seperti ini, tiba-tiba terdengar suara,'Wahai para malaikat -ku yang sangat penuh kasih sayang ini. Yang dengan belaian kasih sayangnya pula, ia telah membuat burung Ushfur (burung pipit) terbang bebas di angkasa. Aku menyayanginya dan mengampuni dosa-dosanya. Ia menyayangi burung Ushfur di dunia. maka Aku menyayanginya di akhirat." 

Baca Juga : 

Demikian kisah sang Khalifah Umar bin Khathab Ra. dengan rasa kasih sayangnya menjadi sebab diampuninya semua dosa-dosanya selama hidup di dunia. Kisah ini memberikan pelajaran bagi kita semua untuk mencintai seluruh ciptaan Allah Swt. 

Sebagaimana telah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khathab Ra. yang menaruh rasa iba terhadap seekor burung yang sangat kecil sekalipun yaitu burung Ushfur. Tidak ada yang bisa menebak dan menyangka hanya karena melakukan perbuatan yang baik semata-mata karena Allah Swt. Umar bin Khatahb diampuni oleh Allah Swt. dan dimasukan ke dalam surga yang penuh dengan keindahan dan kenikmatan.

Untuk itu, tebarkanlah rasa kasih sayang kalian kepada seluruh makhluk di muka bumi ini, niscaya seluruh penghuni langit dan bumi akan menyayangi kalian. Aamiin Wassalam .....San3kalongbm 


Posting Komentar untuk "Kisah Tauladan, Umar bin Khathab Ra dengan Seekor Burung Usfhur (Burung Pipit)"