Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

San3kalongbm.com Blog Religi, Kitab Pesantren, Kisah dan Tokoh Islam dan Info Update Lainnya

Isim-isim Yang Dibaca Nasob (Mansubatil Asma) Jurumiyah

 Isim- Isim Yang Dibaca Nasob (Mansubatil Asma Jurumiyah) - Jika pada postingan yang telah lalu kita sudah selesai membahas tentang isim-isim yang dibaca rofa', maka kali ini admin akan bagikan bab lanjutannya, yaitu Isim-isim yang dibaca nasob (Mansubatil asma).
Bab Mansubatil Asma
Isim yang dibaca nasob pada dasarnya ada 15, apabila isim yang dibaca rofa' ada 7 maka pada bab ini isim yang dibaca nasob keseluruhannya ada 15.

Dari ke-15 tersebut antara lain adalah sebagai berikut 
Maf'ul bih adalah setiap kalimat isim yang dibaca nasob yang berada setelah fiil, menjadi sebuah obyek dari pelaku ( Fail ) 

Contohnya : 

                 ضَرَبْتُ زَيْدًا  ( Aku telah Memukul Zaid )

                  رَكِبْتُ اَلْفَرَسَ ( Saya naik Kuda )

Adapun pengertian lengkap dan penjelasannya tentang maf'ul bih ada pada ⇒ link berikut ⇐

2. Masdar ( مصدر )

Masdar adalah isim yang dibaca nasob yang menempati tempat ketiga pada urutan tasrifan fiil.

Contohnya adalah :
                                ضَرَبَ يَضْرِبُ ضَرْبًا   ( Telah memukul - sedang memukul - pukulan )

Untuk pengertian secara lengkap tentang Masdar bisa ikuti  ⇒ link berikut ⇐

3. Dharaf Zaman ( ظرف الزمان ) 

Dharaf Zaman adalah isim yang menunjukkan zaman (waktu) dibaca nasob yang menyimpan makna فى (di atau pada)

Contohnya : 

Untuk penjelasan tentang dharaf zaman secara lengkap bisa ikuti ⇒ link berikut ⇐

4. Dharaf Makan ( ظرف المكان )

Dharaf makan adalah isim yang menunjukkan tempat terjadinya sesuatu dengan menyimpan makna فى (di)

Contohnya :

Untuk penjelasan bab dharaf makan secara lengkap bisa ikuti ⇒ link berikut ⇐

5. Hal ( الحال )

Hal salah satu isim yang dibaca nasob yang menunjukkan tatacara atau sesuatu yang masih samar.

Contohnya :

                   جَاءَ زَيْدٌ رَكِبًا              artinya "zaid telah datang dengan berkendaraan"

                   رَكِبْتُ اَلْفَرَسَ مُسْرَجًا     artinya "saya menunggangi kuda yang berpelana"

                   لَقَيْثُ عَبْدَاللهِ رَكِبًا          artinya "aku bertemu 'Abdulloh yang berkendaraan"

Untuk penjelasan bab hal secara lengkap bisa ikuti ⇒ link berikut ⇐

6. Tamyiz ( تمييز )

Tamyiz adalah salah satu isim yang dibaca nasob yang menjelaskan sesuatu dzat sebelumnya yang masih samar.

Contohnya adalah :

                   تَصَبَّبَ زَيْدٌ عَرَقًا              artinya "Keringat Zaid mengalir"

                   تَفَقَّأَ بَكْرٌ شَحْمًا                 artinya "Lemak Bakr berlapis-lapis"

                   طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا              artinya "Badan Muhammad harum"

                   اِشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا       artinya "aku membeli 20 budak"
 
                   مَلَكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً            artinya "aku memiliki 90 ekor kambing"

                   زَيْدٌ أَكْرَمُ مِنْكَ أَبًا              artinya "Bapaknya Zaid lebih mulia dari mu"

                   أَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهًا               artinya "wajah Zaid lebih tampan darimu"

Untuk penjelasan secara rinci tentang bab tamyiz bisa ikuti ⇒ link berikut ⇐

7. Mustasna ( مستشنى )

Mustasna atau istisna artinya adalah pengecualian. Huruf-huruf istisna semuanya ada delapan. 

Dalam bab mustasna atau istisna ini ada berbagai macam cara membacanya, ada yang wajib nasob, boleh rofa' boleh kofad atau jer.

Contohnya adalah :

                  قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا               artinya "sekelompok kamu semua berdiri kecuali zaid"

                  خَرَجَ اَلنَّاسُ إِلَّا عَمْرًا          artinya "Semua orang telah keluar kecuali amar"

Untuk penjelasan secara lengkap dan jelas terkait bab Istisna' silahkan kunjungi ⇒ link berikut ⇐

8. Isim laa ( اسم لا )

Isim Laa apabila bertemu langsung dengan isim nakiroh maka laa menasobkan isim nakiroh dengan tanpa tanwin dan tidak mengulang laa.

Contohnya adalah :

                  لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ                artinya "(tidak ada seorang pria di dalam rumah)"

Untuk penjelasan secara lengkap tentang isim laa bisa diikuti pada ⇒ link berikut ⇐

9. Munada ( المنادى. )

Munada adalah isim yang disebutkan setelah ada salah satu huruf nida sebagai panggilan. Huruf nida ada bermacam-macam.

Hukum munada yang harus dinashobkan yaitu ( nakirah ghairu maqsudah , mudhof dan serupa mudhof) 

Contoh adalah : 

             يَا عَبْدَ اللهِ                           artinya "wahai hamba allah"

Untuk penjelasan secara lengkap tentang Munada bisa diikuti pada ⇒ link berikut ⇐

10. Maf'ul min Ajlih ( مفعول من أجله )

Maf'ul min ajlih adalah isim yang dibaca nasob yang disebut untuk menjelaskan sabab-sabab terjadinya sesuatu perbuatan. 

Contohnya adalah : 

                   قَامَ زَيْدٌ إجلالا لِعَمْرٍ             artinya "Zaid telah berdiri untuk memuliakan ‘Amr"

                   قَصَدْتُكَ اِبْتِغَاءَ مَعْرُوفِكَ.       artinya " Aku mendekatimu karena mengharapkan kebaikanmu"

11. Maf'ul Ma'ah ( مفعول معه )

Maf'ul ma'ah adalah isim yang dibaca nasob yang menjelaskan sesuatu yang bersamanya pada saat dilakukan suatu perbuatan. 

Contohnya adalah : 

                   جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ            artinya "Seorang pemimpin telah datang bersama tentaranya"

                   اِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ         artinya "Air mengalir bersama kayu"

Untuk lebih jelasnya mengenai Ma'ul Ma'ah bisa ikuti ⇒ link berikut ⇐

12. Khabar Kaana dam Saudaranya ( خبركان )

Khobar kaana dan saudaranya adalah salah satu 'amil nawasikh ('amil yang merusak atau merubah) kedudukan mubtada' dan khobar. Pengamalan kaana dan saudaranya merofa'kan isim dan menasobkan khobar.

Contohnya adalah : 

                   كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا                 artinya "adalah zaid itu berdiri "

Untuk penjelasan lengkap tentang khobar kaana dan saudaranya dapat diikuti pada ⇒ link berikut ⇐

13. Isim Inna dan Saudaranya ( إسم إن)

Isim Inna dan saudaranya adalah salah satu 'amil nawasikh juga, yang merubah kedudukan mubtada dan khobar. Inna menasobkan mubtada' yang menjadi isimnya inna dan merofa'kan khobar yang menjadi khobarnya inna. 

Contohnya adalah :

                  إِنَّ زَيْدًا قَائِمٌ                     artinya "Sesungguhnya Zaid orang yang berdiri"

Untuk penjelasan secara rinci padabab isim inna dan saudaranya dapat diikuti pada ⇒ link berikut ⇐

14. Dzonna dan Saudaranya ( ظن واخوتها )

Dhzonna dan saudaranya adalah isim yang dibaca nasob yang merubah kedudukan mubtada' dan khobar, dan keduanya menjadi maf'ul, karena kehadiran dhzonna dan saudaranya. 

Contohnya Adalah :

 مُنْطَلِقٌ زَيْدٌ artinya "Zaid Berangkat" menjadi   ظَنَنْتُ زَيْدًا مُنْطَلِقًا  artinya "Aku telah menduga Zaid telah berangkat".

Untuk pengertian secara lengkap dan rinci dapat ikuti ⇒ link berikut ⇐

15. Tawabi' ( التوا بع )

Tawabi' atau isim yang mengikuti pada isim sebelumnya (man'ut). Untuk tawabi' atau tabi' kesemuanya ada empat macam, antara lain yaitu :
  1. Na'at ( Kata Sifat)
  2. Taukid ( Peguat)
  3. 'Athof (Kata sambung)
  4. Badal  (Pengganti)
Untuk keempat bab tentang Tawabi' bisa dilihat pada babnya masing-masing sesuai nomor urut yang tertera pada urutan yang diatas.

Demikian penjelasan tentang isim-isim yang dibaca nasob yang kesemua jumlahnya ada 15. Adapun pengertian serta penjelasan secara terperinci silahkan ikuti masing-masing pada babnya.


Terimakasih, semoga bermanfaat dan menambah wawasan belajar bahasa Arab kita khhususnya ilmu nahwu pada kitab Jurumiyah. Wassalam ..... San3kalongbm.com

Posting Komentar untuk "Isim-isim Yang Dibaca Nasob (Mansubatil Asma) Jurumiyah"